* Apa yang sebenarnya menghentikanmu?
* Apa kau terlalu lelah?
* Tidak cukup tidur?
* Tak punya energi?
* Tak punya modal skill dan material?
Atau yang sebenarnya menghentikanmu dari mencapai hasil terbaik itu adalah, dirimu sendiri?
"Alasan" bagi banyak orang selalu dibuat-buat demi menghentikan langkahnya untuk maju. Kemenangan yang bisa dicapai dalam waktu yang singkat, terhalangi oleh dalih dan kilah yang diciptakan demi membuang-buang waktu.
Orang yang membuat banyak alasan, mengeluhkan diri tentang ketidak mampuannya akan sesuatu, sembari melihat orang lain sukses dengan jalan yang mereka tempuh.
Kalau orang lain bisa, maka kau pun bisa melakukannya. Jangan bilang ini teori, ini juga bukan rumus matematika, sejatinya hanya realitas dan fakta.
Perbedaan dirimu dengan orang yang telah mencapai kesuksesan pada bidang yang kau harapkan, bahwa orang tersebut tidak banyak beralasan. Motivasi mereka kuat dan pantang dialihkan.
Sehingga langkah kakinya mulus menempuh jalan yang dia cita-citakan, tangannya ringan menggenggam sesuatu yang didambakan banyak orang, termasuk diri dan hasratmu.
Alasan memang terdengar nyaman, seperti seorang teman yang menenangkan. Sayangnya alasan adalah virus kemalasan yang mempengaruhimu untuk menunda-nunda waktu.
Kalau kau punya teman yang membuatmu lalai dari kehidupan dan menjadikanmu ragu, maka saatnya mencari kawan baru. Jangan banyak alasan untuk membuang alasan itu.
Layaknya seorang teman, alasan membuat kita merasa aman, menghibur kita dengan angan-angan. Katanya waktu masih panjang, kesuksesan bisa dikejar minggu depan, usahamu sekarang belum ada dorongan.
Benarkah demikian? Jawabannya tidak! Alasan-alasan yang kau ciptakan, telah menipumu menuju penyesalan yang menyakitkan.
Alasan-alasan itu adalah kebohongan, fabrikasi, ciptaan khayalan dari pikiran pecundang. Dan bagaimana cara mengalahkan kebohongan? Yaitu dengan kebenaran serta kejujuran.
Dan kebenarannya adalah: Sesungguhnya kau punya waktu untuk mencapainya, kau punya tenaga untuk melakukannya, kau punya kemampuan, pengetahuan, dan potensi untuk menyusun mahakarya kesuksesan.
Cita-cita terpendam yang kau inginkan menjadi takdirmu, bisa kau dapatkan dengan kebanggaan. Asalkan jangan banyak alasan!
Jujurlah pada dirimu bahwa selama ini kau sudah banyak menanam alasan, membiarkan dirimu terbuai godaan. Maka saatnya untuk bangun, gambarkan tempat tidurmu sekarang sebagai bentuk alasan itu.
Dan kau pun meninggalkannya dengan angkuh untuk membersihkan dirimu, merapihkan pakaianmu, dan mulai menatap harapan sukses sembari anggota badanmu bekerja untuk mengejarnya, mencapainya, dan memeluknya.
Tidak ada yang mustahil, semua orang melalui jalan yang berliku, segala sesuatu mungkin menjadi lebih sulit, setiap orang melalui fase ini.
Tapi mereka tidak berhenti berjalan, mereka tidak mengeluhkan sembari mencari-cari celah untuk mulai beralasan. Bagi mereka alasan adalah tantangan, dan tantangan berarti untuk dilawan.
Lawanlah tantangan itu, bunuhlah alasan tersebut dengan pisau kesibukan. Pertahankan sifat produktifmu untuk mencapai kemenangan, jangan biarkan kemalasan menyalip lintasanmu.
Dan ketika alasan tak lagi menghantuimu, pada waktunya kau akan sadar, garis finish tempat belahan sejatimu berada adalah kesuksesan yang sudah lama kau motivasi kan.
Tanpa banyak alasan, kegagalan bukan lagi persoalan. Melainkan pembuktian bahwa kau sedang menempuh jalur kebenaran, jalur yang ditapaki setiap insan sebelum mencapai khayangan kehidupan.
* Apa kau terlalu lelah?
* Tidak cukup tidur?
* Tak punya energi?
* Tak punya modal skill dan material?
Atau yang sebenarnya menghentikanmu dari mencapai hasil terbaik itu adalah, dirimu sendiri?
"Alasan" bagi banyak orang selalu dibuat-buat demi menghentikan langkahnya untuk maju. Kemenangan yang bisa dicapai dalam waktu yang singkat, terhalangi oleh dalih dan kilah yang diciptakan demi membuang-buang waktu.
Orang yang membuat banyak alasan, mengeluhkan diri tentang ketidak mampuannya akan sesuatu, sembari melihat orang lain sukses dengan jalan yang mereka tempuh.
Kalau orang lain bisa, maka kau pun bisa melakukannya. Jangan bilang ini teori, ini juga bukan rumus matematika, sejatinya hanya realitas dan fakta.
Perbedaan dirimu dengan orang yang telah mencapai kesuksesan pada bidang yang kau harapkan, bahwa orang tersebut tidak banyak beralasan. Motivasi mereka kuat dan pantang dialihkan.
Sehingga langkah kakinya mulus menempuh jalan yang dia cita-citakan, tangannya ringan menggenggam sesuatu yang didambakan banyak orang, termasuk diri dan hasratmu.
Alasan memang terdengar nyaman, seperti seorang teman yang menenangkan. Sayangnya alasan adalah virus kemalasan yang mempengaruhimu untuk menunda-nunda waktu.
Kalau kau punya teman yang membuatmu lalai dari kehidupan dan menjadikanmu ragu, maka saatnya mencari kawan baru. Jangan banyak alasan untuk membuang alasan itu.
Layaknya seorang teman, alasan membuat kita merasa aman, menghibur kita dengan angan-angan. Katanya waktu masih panjang, kesuksesan bisa dikejar minggu depan, usahamu sekarang belum ada dorongan.
Benarkah demikian? Jawabannya tidak! Alasan-alasan yang kau ciptakan, telah menipumu menuju penyesalan yang menyakitkan.
Alasan-alasan itu adalah kebohongan, fabrikasi, ciptaan khayalan dari pikiran pecundang. Dan bagaimana cara mengalahkan kebohongan? Yaitu dengan kebenaran serta kejujuran.
Dan kebenarannya adalah: Sesungguhnya kau punya waktu untuk mencapainya, kau punya tenaga untuk melakukannya, kau punya kemampuan, pengetahuan, dan potensi untuk menyusun mahakarya kesuksesan.
Cita-cita terpendam yang kau inginkan menjadi takdirmu, bisa kau dapatkan dengan kebanggaan. Asalkan jangan banyak alasan!
Jujurlah pada dirimu bahwa selama ini kau sudah banyak menanam alasan, membiarkan dirimu terbuai godaan. Maka saatnya untuk bangun, gambarkan tempat tidurmu sekarang sebagai bentuk alasan itu.
Dan kau pun meninggalkannya dengan angkuh untuk membersihkan dirimu, merapihkan pakaianmu, dan mulai menatap harapan sukses sembari anggota badanmu bekerja untuk mengejarnya, mencapainya, dan memeluknya.
Tidak ada yang mustahil, semua orang melalui jalan yang berliku, segala sesuatu mungkin menjadi lebih sulit, setiap orang melalui fase ini.
Tapi mereka tidak berhenti berjalan, mereka tidak mengeluhkan sembari mencari-cari celah untuk mulai beralasan. Bagi mereka alasan adalah tantangan, dan tantangan berarti untuk dilawan.
Lawanlah tantangan itu, bunuhlah alasan tersebut dengan pisau kesibukan. Pertahankan sifat produktifmu untuk mencapai kemenangan, jangan biarkan kemalasan menyalip lintasanmu.
Dan ketika alasan tak lagi menghantuimu, pada waktunya kau akan sadar, garis finish tempat belahan sejatimu berada adalah kesuksesan yang sudah lama kau motivasi kan.
Tanpa banyak alasan, kegagalan bukan lagi persoalan. Melainkan pembuktian bahwa kau sedang menempuh jalur kebenaran, jalur yang ditapaki setiap insan sebelum mencapai khayangan kehidupan.
Komentar
Posting Komentar