Langsung ke konten utama

Menang Quiz Kaskus dan Diundang Event ke Jakarta

Pertamakali mengenal Kaskus, saya langsung jatuh hati kepada situs web asli karya anak bangsa ini. Kaskus memiliki sejarah panjang dan digadang-gadang sebagai forum diskusi dan jual beli terbesar di Indonesia.

Meski salah satu status itu sudah direbut oleh banyaknya e-commerce yang tercipta dan tak terhitung jumlahnya kreasi dari para developer online. Memang, persaingan dalam bisnis daring marketplace ini luar biasa.

Anyway, berawal ketika saya menjadi kaskuser aktif, berkomentar dalam forum Kaskus menjadi aktifitas saya sehari-hari. Tak lupa saya mempublikasikan beberapa thread orisinil demi sekedar menuangkan opini pribadi yang terkadang menjadi Hot Thread.

Rutin mengikuti perkembangan dunia perkaskusan bersama dengan kaskuser yang lain, kompetisi thread dan event promosi juga tak luput dari perhatian. Saya sudah sering mengikuti berbagai lomba yang diadakan, tapi kemenangan yang diraih pun sangat jarang.

Beruntung setiap Kaskus mengadakan lomba, selalu ada hadiah badge untuk setiap kaskuser yang berpartisipasi. Awalnya saya kurang begitu paham apa fungsi badge ini sebenarnya, tapi setelah sering kebagian, saya jadi mulai doyan. Hehe..

Sebenarnya nilai badge ini cuma sekedar menghiasi profil Kaskus kita dan membuat reputasi kita menjadi lebih matang di mata Kaskuser. Tapi ada kebanggaan sendiri ketika badge yang kita koleksi dari berbagai kompetisi terkumpul ramai.

Jadinya mengejar kata pemenang cuma orientasi nomor dua, badge gratisanlah yang membuat saya dan mayoritas Kaskuser tetap rajin ikut quiz Kaskus.

Menang Quiz Kaskus

Nah, pada salah satu event yang diadakan Kaskus, ada sayembara yang disponsori langsung oleh OPPO Smartphone. Kompetisi ini bertemakan Quiz dimana peserta yang ikut berpartisipasi harus rela streaming video acara launching Smartphone brand OPPO terbaru dan harus menebak harga produknya yang akan diungkapkan oleh presenter diakhir acara.

Saya pun turut meramaikan lomba online ini meski harus menahan kantuk apalagi acara streaming-nya diadakan malam hari. Setelah prosesnya selesai, saya tidur tak pulas seperti biasanya.

Keesokan harinya saya yang bangun kesiangan mengecek HP dan sudah ada 4 panggilan tak terjawab tanpa nama. Telepon berdering lagi, saya angkatlah tuh.

Saya: "Halo brow."
Kaskus: "Halo gan ini dengan agan d******* dari kaskus yah?"
Saya: "Iya nih mas kok tau yah?"
Kaskus: "Selamat yah gan, agan berhak mendapatkan hadiah OPPO Smartphone dan diundang ke event OPPO di Jakarta."
Saya: "Wah yang bener nih!"
Kaskus: "Iya mas, silahkan konfirmasi saja nanti tiket akan kami kirim."
Saya: "Okeh gan diatur aja yah! Lanjutannya kontak via watshap."

Setelah percakapan berakhir, saya berpikir, "Aku anak Makassar belum pernah keluar kota dan naik pesawat, gimana neh!?".

Antara senang dan deg-degan, akhirnya saya mulai mencari referensi di internet tata cara naik pesawat dan prosedur yang harus dilakukan, ternyata tidak seribet yang dikira. Persiapan untuk 2 hari di kota orang sudah dikemas dalam koper, eventnya juga tidak berlangsung lama.

Berangkat ke Jakarta

Di bandara Hasanuddin, saya mengikuti langkah-langkah yang sudah terekam dalam kepala sambil menahan mata agar tetap terjaga. Karena memang tidak ada waktu tidur berhubung prosesnya ini makan waktu sampai 3 jam apalagi prosedur keberangkatan harus dilakukan malam hari.

Meski saya hampir ketinggalan nomor tiket karena prosedur bandara yang ogah-ogahan, tapi semua berjalan lancar sampai akhirnya bisa duduk di pesawat dan lepas landas. Enak juga yah di pesawat dapat makanan gratis ayam teriyaki. Hehe.. Ada pemutar filmnya juga gan di seat depan.

Pesawat mendarat cepat dan waktu sudah menjelang pagi di Jakarta. Saya lantas dijemput oleh sopir official Kaskus yang sangat bersahabat. Mata saya melirik jalan-jalan tol di Jakarta serta bangunan-bangunannya, ternyata sama saja sih ini dengan Makassar tidak ada bedanya. Kecewa gan, ibu kota gini-gini aja ternyata, duh!

Sampai di kantor Kaskus ternyata tempatnya sangat sederhana, atau mungkin karena kita ditaroh di luar. Hehe.. Disana saya bertemu dengan satu peserta lain yang juga dari luar kota. Kita berdua bercakap-cakap sambil menyeruput kopi yang disajikan officer Kaskus.

Sebenarnya ada 10 orang pemenang dari kompetisi ini, tapi karena rata-rata semua berasal dari Jakarta, jadinya mereka langsung meluncur ke lokasi. Berbeda dengan saya dan sohib yang baru saya temui harus ikut Kaskus aja maunya gimana.

Event dan Review Produk

Setelah waktunya tiba, kami berdua pun berangkat bersama officer dan driver Kaskus yang tadi menjemput saya. Di lokasi event 10 pemenang termasuk kami berdua sudah hadir semua. Berdasarkan penjelasan dari officer Kaskus, kita diwajibkan untuk melakukan review produk terlebih dahulu sebelum hadiahnya dapat dibawa pulang.

Tapi sebelum itu kami turut menyimak event promosi produk yang dipresentasikan OPPO Smartphone terlebih dulu. Salah satu pembicaranya adalah kaka Robby Purba. Seumur-umur baru kali ini lihat artis di real life gan. Haha..

Agenda review pun dilakukan, ada yang pakai kamera khusus, ada yang bawa tripod, ada pula yang cuma modal Smartphone recehan kayak saya. Hehe.. Kita review-lah produk ini bersama-sama.

Tadinya saya sudah mempersiapkan contekan yang sempat ditulis di bandara, tapi karena malu untuk dibuka akhirnya tak kepakai. Gak tahunya ada juga teman kaskuser lain yang bawa contekan sampai berlembar-lembar malah. Haha..

Setelah proses review selesai, event pun berakhir. Kaskuser yang lain balik ke rumah masing-masing berhubung mayoritas tinggal di daerah Jakarta. Sedangkan saya dengan sohibnya harus menginap di hotel terlebih dahulu karena pesawat untuk pulangnya baru berangkat besok.

Pengalaman Kocak

Menginap di hotel termasuk pengalaman baru buat saya. Enak juga ternyata bersantai di kamar hotel. Kalau bukan karena masalah biaya ratusan ribu permalam saya bakalan tinggal lama disini. Hehe.. Tapi khusus untuk satu malam ini biaya hotel sudah ditanggung Kaskus, jadi dompet aman. Terima kasih Kaskus.

Nah, ada satu pengalaman yang paling kocak. Jadi setelah hari berganti malam, perut kami berdua keroncongan. Kami berdua lalu pergi keluar hotel untuk mencari warung makanan. Karena bingung dan gak tahu tempat apa-apa, akhirnya kami masuk ke salah satu ruko makanan kecil yang dari luar tampilan menunya tampak lumayan.

Diberi daftar menu, kami pesan bakmi 2 porsi biar gak kelamaan. Setelah memesan beberapa saat kemudian kami menyadari sesuatu, ternyata semua pelanggan disini dari yang datang sampai yang pergi orang cina. "Salah strategi kayaknya nih." kata saya sambil bisik-bisik.

Bakmi datang, kita ucek-ucek dulu soalnya bentuknya gaje gan. Pas baru sekali suap, beuh, rasanya gak karuan! Lidah kami berdua tidak cocok makan makanan yang kayak gini nih, gak sinkron dengan sistem pencernaan.

Alhasil bakmi yang tadinya dipesan kami putuskan bungkus saja. Pas di luar kita buang ke tempat sampah sambil ketawa-ketiwi betapa kocaknya kami berdua, padahal udah bayar mahal pula. Saya bilang ke sohib, "Kayanya kita gak cocok jadi perantau bro, liburan luar kota aja gak berbakat." Haha..

Pas sampai di hotel, baru ketahuan kalau bakmi itu mengandung babi. Hahahaha.. Tambah komplit kesempurnaan malam itu bagi jiwa-jiwa yang kesepian. Dari perut yang keroncongan, uang jajan yang terbuang sia-sia, sampai yang haram-haram pun sukses kena icip-icip.

Tapi kami berdua ambil sebagai pengalaman berharga saja, maklum namanya bukan traveler. Pengalaman ini bisa jadi persiapan agar kedepannya lebih jitu di wilayah orang.

Setelah melewati malam unik tersebut, esoknya kami berdua pun pulang ke daerah masing-masing. Saya balik ke Makassar, sohibnya pulang ke Yogyakarta. Perjalanan berlangsung aman dan lancar-lancar saja sampai akhirnya saya bisa kembali merebahkan tubuh di kasur kesayangan, plus dengan Smartphone keluaran terbaru ditangan.

Hikmah yang bisa diambil dari pengalaman ini adalah, jangan tertipu dengan sampul warung makanan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Video Animasi Kelam (Dark) Tapi Penuh Makna Mendalam

Seperti film pada umumnya, Animasi juga memiliki banyak genre, bahkan sebenarnya melebihi kategori yang sudah akrab didengar ketika kita berbicara genre yang terdapat pada dunia perfileman. Seperti film action yang akrab diputar di televisi maupun genre horror dan sci-fi yang jadi tontonan mingguan di bioskop terdekat. Ini karena Animasi memiliki keunikan, yaitu tidak dibatasi oleh penggunaan aktor manusia yang penuh kekurangan. Dengan demikian, seseorang bisa membuat film animasi pribadi tanpa perlu membutuhkan bantuan pihak lain. Di YouTube sendiri, banyak animator yang membuat animasi secara independen. Film animasi pendek dalam situs daring berbagi video tersebut memiliki beragam genre dan tema. Termasuk topik berat yang belum bisa dikonsumsi anak yang masih dibawah umur. Kisah plot yang dark, satire, politik, dll yang kemudian disajikan dengan makna mendalam. Rata-rata video animasi karya para channel animator ini bersifat visual storytelling, yakni animasi yang tidak memil...

Asal Usul Paganisme | Cerpen

Alkisah ribuan tahun sebelum Abraham, Almasih, dan Abdullah lahir ke bumi, terdapat sebuah negeri dengan kemajemukan penduduknya yang asri. Penduduk negara kecil itu mayoritasnya lebih suka hidup berbaur bersama-sama, tanpa sekat dan kasta, alhasil mereka tidak memiliki pemimpin yang berkuasa. Karena celah tersebut negara ini akhirnya dikuasai oleh 3 kelompok spiritual agama, bersama pemimpinnya masing-masing yang terus mewartakan kebenaran mereka untuk menambah massa. Mengusung ajaran dari Dewa yang Satu, banyak penduduk desa dan kota yang tertarik untuk mencoba agama-agama import itu. 3 tokoh spiritual itu memang berasal dari negeri lain dari kultur keadaan yang berbeda-beda, yang akhirnya sama-sama diasingkan karena dianggap orang gila oleh masyarakatnya sendiri. Beruntung bagi penduduk lain, mereka dipandang sebagai musafir pembawa kabar baik dan pengkhotbah bathin. 3 tokoh agama ini terus menyampaikan dogma mereka, yang intinya untuk percaya Tuhan pencipta dunia, meski sosok...

Ekspedisi Pendakian Gunung Bambapuang

Gunung Bambapuang adalah gunung yang terdapat di wilayah Enrekang, tepatnya di daerah Dusun Kotu, Desa Bambapuang. Gunung dengan ketinggian 1557 meter ini sering menjadi destinasi pendakian para wisatawan lokal Indonesia. Terkadang traveler bule yang berwisata di Enrekang juga menikmati keindahan gunung ini dari bawah. Pada masa PKL yang merupakan salah satu kewajiban perkuliahan, saya ditempatkan bekerja di Enrekang bersama teman saya yang kebetulan memang kelahiran sana. Karena itulah saya berkesempatan turut melakukan ekspedisi pendakian gunung Bambapuang ini, tentunya bersama teman saya itu dan beberapa rekan lain. Mendaki gunung jelas pengalaman pertama yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Kegiatan ini membuat saya bersemangat dan excited, memikirkan akhirnya saya dapat mengalami sendiri experience dari lagu anak-anak "Naik Naik ke Puncak Gunug" yang sering saya lantunkan waktu SD. Hehe.. Tapi selain itu ada pula perasaan deg-degan karena sebagai anak bawang ...